Branda / Baru / Informasi
Informasi

Transformasi Pendidikan Digital Indonesia Diakui Dunia, ICE Institute Raih Penghargaan Internasional

📅 01 Sep 2025 👁 13 views ✍ mimi
Transformasi Pendidikan Digital Indonesia Diakui Dunia, ICE Institute Raih Penghargaan Internasional

Info Artikel

Kategori: Informasi

Bahasa: id

Dilihat: 13


Bagikan

Singapura, 1 September 2025 – ICE Institute kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih penghargaan pada ajang 2025 IIOE Higher Education Digitalisation Pioneer Case Award yang dikoordinasikan oleh UNESCO International Centre for Higher Education Innovation. Acara penghargaan berlangsung pada 1 September di Marina Bay Sands Expo and Convention Center, Singapura, sebagai bagian dari Global Green Development and Healthy Lifestyle Summit yang disponsori oleh BGI Group.

ICE Institute meraih penghargaan pada Kategori 1, “Developing Digital and AI Competencies through IIOE Micro-Certification”, melalui kasus berjudul “Integrating National Level Micro-Credentials and Certified Independent Study by the IIOE Indonesia National Centre.” Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan ICE Institute dalam membangun platform yang mengintegrasikan MOOCs dengan strategi pendidikan nasional untuk menghadirkan pembelajaran daring terbuka dan pelatihan micro-credential bersertifikat secara luas.

Hingga saat ini, ICE Institute telah memfasilitasi:

  • 420 instruktur yang menyelesaikan pelatihan,
  • 191 peserta memperoleh micro-certification,
  • serta lebih dari 7.000 peserta mengikuti pembelajaran daring melalui platform yang dikembangkan.

Penghargaan ini menjadi pengakuan internasional atas komitmen ICE Institute dalam mendorong transformasi pendidikan digital dan pengembangan kompetensi kecerdasan artifisial (AI) bagi mahasiswa dan profesional di Indonesia.

ICE Institute diwakili secara langsung di Singapura oleh Dr. Vivi Indra Amelia Nst, S.I.P., M.A., selaku Certification and Partnership Manager ICE Institute, serta Prof. Dr. Paulina Pannen, MLS., selaku Senior Advisor ICE Institute. Kehadiran keduanya menegaskan pentingnya micro-credential sebagai jembatan menuju kompetensi masa depan di era tenaga kerja berbasis digital dan AI.

Direktur ICE Institute, Dra. Rahayu Dwi Riyanti, M.A., dalam sambutan virtualnya menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas penghargaan tersebut.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi ICE Institute, tetapi juga bagi ekosistem pendidikan tinggi Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa upaya kolaboratif dalam mengintegrasikan micro-credential di tingkat nasional mendapatkan pengakuan global. Kami berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa, pendidik, dan institusi dalam memperoleh kompetensi digital dan AI berstandar dunia.”

Tahun ini, Pioneer Case Award mengusung tema “IIOE Ecosystem-Driven Promising Practices: Empowering Workforce, Innovation, and Collaboration.” Kasus-kasus terpilih merepresentasikan berbagai inisiatif unggulan dari negara-negara Global South yang berfokus pada pemberdayaan pendidik, inovasi kurikulum, serta penguatan infrastruktur digital pendidikan tinggi.

Praktik-praktik tersebut tidak hanya menjadi model implementasi yang dapat direplikasi oleh pemangku kepentingan pendidikan tinggi global, tetapi juga menjadi referensi penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih berkualitas dan inklusif.

Pencapaian ICE Institute ini semakin memperkuat posisi Indonesia dalam memimpin inovasi pembelajaran digital sekaligus mendukung inisiatif global UNESCO-ICHEI dalam mendorong pemberdayaan digital, inovasi, dan kolaborasi pendidikan tinggi di tingkat dunia. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa Indonesia siap menjadi pemain utama dalam transformasi pendidikan digital global.

Penghargaan ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDG 3: Good Health and Well-being, melalui pembelajaran fleksibel berbasis digital yang mendukung keseimbangan kehidupan dan kerja;
  • SDG 4: Quality Education, dengan memperluas akses pendidikan digital yang inklusif dan berkualitas;
  • SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure, melalui penguatan ekosistem inovasi pendidikan digital nasional;
  • SDG 16: Peace, Justice, and Strong Institutions, dengan mendukung tata kelola pendidikan tinggi yang adaptif dan akuntabel;
  • serta SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui kolaborasi multipihak antara perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra global.

Keberhasilan ini menegaskan peran ICE Institute sebagai salah satu motor penggerak transformasi pendidikan digital Indonesia menuju ekosistem pembelajaran global yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

#news