JEMBER, 18 Mei 2026 — Universitas Jember resmi menjadi mitra strategis ICE Institute dalam penyelenggaraan Pelatihan Pengembangan Mata Kuliah Daring yang berlangsung pada Senin (18/5) di Universitas Jember. Melalui kolaborasi ini, ICE Institute memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi Indonesia menuju ekosistem pembelajaran digital berstandar internasional.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh jajaran pimpinan Universitas Jember bersama perwakilan ICE Institute, yaitu Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ermanto Fahamsyah, S.H., M.H. selaku Kepala LPMPP, serta Dra. Rahayu Dwi Rianti, M.A., Direktur ICE Institute. Kehadiran para pimpinan institusi ini menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan platform pembelajaran daring nasional dalam memperluas akses pendidikan berkualitas.
Sebanyak 29 dosen Universitas Jember mengikuti pelatihan intensif yang difasilitasi oleh ICE Institute. Para peserta didorong untuk mengembangkan mata kuliah daring yang inovatif, relevan dengan kebutuhan global, serta memiliki daya saing tinggi di pasar internasional. Program ini menjadi bagian dari upaya ICE Institute dalam memperluas ekosistem kursus daring Indonesia yang dapat diakses oleh pelajar lintas negara.
Dalam pelatihan ini, ICE Institute memberikan pendampingan komprehensif mulai dari penyusunan desain instruksional, pengembangan materi digital interaktif, strategi produksi konten pembelajaran, hingga pendekatan pemasaran global dan standar mutu internasional. Pendekatan tersebut dirancang agar setiap mata kuliah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nilai kompetitif di platform pembelajaran global.
Direktur ICE Institute, Dra. Rahayu Dwi Rianti, M.A., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Universitas Jember merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dosen Indonesia dalam menghasilkan pembelajaran daring berkualitas dunia. Menurutnya, perguruan tinggi Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi penyedia konten pendidikan digital yang mampu menjangkau audiens internasional.
Kemitraan ini sekaligus mempertegas peran ICE Institute sebagai katalis transformasi pendidikan digital nasional melalui pengembangan mata kuliah daring yang inklusif, adaptif, dan berorientasi global. Ke depan, mata kuliah hasil pengembangan bersama ini diharapkan dapat menjangkau ribuan pembelajar dari berbagai negara serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pendidikan digital internasional