Tangerang Selatan, 24 Februari 2026 — ICE Institute menerima kunjungan resmi dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam rangka studi banding terkait pengelolaan dan pengembangan platform pembelajaran digital. Kunjungan ini menjadi momentum strategis bagi kedua institusi untuk saling bertukar pengalaman, wawasan, serta praktik terbaik dalam mendukung transformasi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di era digital.
Rombongan BSN dipimpin langsung oleh Arini selaku Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Sistem Penilaian Kesesuaian (Kapusbang SDM SPK). Turut hadir dalam rombongan antara lain Ajat Sudrajat, Heri Kurniawan, Martin Riyanto, Dianita Adiwirjono, Puji Winarni, serta Elfina.
Kunjungan ini dilaksanakan sebagai upaya BSN untuk mempelajari lebih dalam model pengelolaan platform pembelajaran daring yang telah berhasil dikembangkan ICE Institute. Sebagai platform nasional yang berfokus pada pendidikan tinggi dan pengembangan kompetensi, ICE Institute dinilai memiliki pendekatan yang relevan dengan kebutuhan BSN dalam meningkatkan kapasitas SDM aparatur negara melalui sistem pembelajaran yang modern, fleksibel, dan berstandar tinggi.
Dalam sesi pemaparan, tim ICE Institute menyampaikan penjelasan komprehensif mengenai berbagai aspek strategis pengelolaan platform pembelajaran daring. Beberapa topik utama yang dibahas meliputi model tata kelola dan pengembangan platform yang andal serta scalable, mekanisme kurasi konten dan penjaminan mutu mata kuliah, strategi pembangunan kemitraan dengan perguruan tinggi dan industri, hingga skema pembiayaan dan pengelolaan operasional platform yang efisien.
Selain itu, ICE Institute juga memaparkan pendekatan pengembangan kompetensi berbasis kebutuhan industri dan regulasi terkini sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan dunia kerja.
Diskusi yang berlangsung setelah sesi pemaparan berjalan dinamis dan konstruktif. Tim BSN secara aktif menyampaikan berbagai pertanyaan dan pandangan strategis terkait pengembangan sistem pelatihan digital. Beberapa isu utama yang menjadi fokus pembahasan antara lain integrasi standar kompetensi nasional ke dalam platform pembelajaran, sistem pelatihan berbasis jabatan fungsional, serta pengembangan sistem diklat digital yang terukur, akuntabel, dan mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai lembaga pemerintah yang memiliki mandat dalam pengembangan dan penerapan standar nasional, BSN melihat pendekatan yang diterapkan ICE Institute sebagai referensi penting dalam mendukung transformasi pengembangan SDM aparatur negara di era digital. Pendekatan tersebut dinilai mampu menjawab tantangan kebutuhan pembelajaran yang lebih fleksibel, terintegrasi, dan berbasis kompetensi.
Lebih dari sekadar studi banding, kunjungan ini juga membuka peluang kolaborasi konkret antara kedua institusi. Potensi kerja sama yang dibahas mencakup integrasi pelatihan berbasis standar nasional ke dalam platform ICE Institute, pengembangan konten pembelajaran daring khusus bagi aparatur negara, hingga penyusunan program peningkatan kompetensi yang lebih adaptif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Direktur Rahayu Dwi Riyanti menyampaikan apresiasinya atas kunjungan yang dilakukan BSN dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam mendukung pengembangan SDM nasional di era digital.
“Kami menyambut baik kunjungan dari BSN sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat transformasi pembelajaran digital di Indonesia. ICE Institute percaya bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan institusi pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengembangan kompetensi yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujar Rahayu Dwi Riyanti.
Ia juga menambahkan bahwa ICE Institute terbuka untuk berbagi pengalaman dan membangun sinergi strategis dalam pengembangan platform pembelajaran daring yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kunjungan ini sejalan dengan komitmen ICE Institute dalam memperluas jejaring kerja sama dengan lembaga pemerintah maupun sektor swasta guna memperkuat ekosistem pendidikan digital nasional.
Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak berharap dapat membangun sinergi yang berkelanjutan dalam mendukung pengembangan SDM Indonesia yang unggul, kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital di masa depan