Bandung, 4 Agustus 2025 – Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute) bekerja sama dengan Telkom University menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk Strengthening the Micro-Credential Ecosystem in Indonesia di Gedung Damar, Telkom University. Acara ini menghadirkan para pemangku kepentingan pendidikan nasional dan internasional untuk memperkuat ekosistem micro-credential yang adaptif, kredibel, dan selaras dengan kebutuhan industri global.
Acara ini bertujuan untuk menyelaraskan inisiatif kredensial mikro Indonesia dengan kebutuhan industri, standar global, dan prinsip-prinsip pembelajaran sepanjang hayat. Tidak hanya itu, tapi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem yang inklusif dan kredibel. Melalui dukungan Telkom University dan UT Bandung, seminar ini berhasil menciptakan ruang dialog yang konstruktif.
Hadir dalam acara ini antara lain:
Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. – Kepala Konsorsium ICE Institute, Rektor Universitas Terbuka
Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc. – Rektor Telkom University
Prof. Ir. Togar Mangihut Simatupang, M.Tech., Ph.D., IPU – Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi
Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T. – Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemdikbudristek
Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. – Wakil Rektor Bidang Akademik, Universitas Terbuka
Wang Shuaiguo – Presiden XuetangX, Tsinghua University
Hiromichi Katayama – Education Specialist, UNESCO Regional Office Jakarta
Su Rui – Chief, Knowledge Production and Communications Centre, UNESCO-ICHEI
Prof. Tjokorde Walmiki Samadhi, S.T., M.T., Ph.D. – Sekretaris Dewan Eksekutif BAN-PT
Praweenya Suwannatthachote, Ph.D. – Chulalongkorn University
Dr. Melinda dela Peña Bandalaria – University of the Philippines Open University
Prof. Dr. Eddy Chong – Executive Dean, Faculty of Business & Law, Taylor’s University Malaysia
Dr. Karlisa Priandana, S.T., M.Eng. – IPB University
Idola Perdini Putri, S.Sos., M.Si., Ph.D. – Telkom University
Dr. Ir. Heru Dewanto, ST, M.Sc. (Eng.), IPU – Wakil Ketua KADIN Indonesia Bidang Pengembangan Profesi
Dr. Sulistio Mukti Cahyono, S.E., M.B.A. – Direktorat SMK, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Prof. Dr. Amilin, S.E., S.H., M.Si., Ak., CA., QIA., BKP., CRMP – Komisioner BNSP
Rangkaian kegiatan seminar meliputi:
Pembukaan dan sambutan oleh Kepala Konsorsium ICE Institute, Rektor Telkom University, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi.
Empat sesi pleno yang membahas:
Pleno 1: Standardisasi micro-credential di tingkat nasional dan internasional.
Pleno 2: Penjaminan mutu dan kerangka QA untuk micro-credential.
Pleno 3: Inovasi teknologi, pemanfaatan AI, dan kolaborasi EdTech.
Pleno 4: Pengakuan dan sertifikasi micro-credential yang relevan dengan industri.
Peluncuran program Micro-credential on Digital Competencies for Higher Education Lecturers in Indonesia hasil kolaborasi ICE Institute, UNESCO ICHEI, dan IIOE.
Peluncuran dokumen kebijakan Policy Brief on the Micro-credential Ecosystem in Higher Education in Indonesia.
Sesi tanya jawab interaktif dengan peserta untuk membahas implementasi dan peluang kerja sama lintas sektor.
Penutupan oleh Direktur ICE Institute.
Kutipan Penting:
“Membangun ekosistem micro-credential yang kuat memerlukan kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan. Kita harus aktif berbagi pengetahuan, menguji asumsi, dan menciptakan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja masa depan,” ujar Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., Kepala Konsorsium ICE Institute sekaligus Rektor Universitas Terbuka.
“Micro-credential bukan sekadar tren, melainkan solusi strategis untuk menjembatani pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Kesuksesan penerapannya bergantung pada kemitraan yang kokoh antara akademisi, pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan internasional,” ungkap Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., Rektor Telkom University.
Acara ini menegaskan komitmen ICE Institute dan Telkom University untuk memperkuat daya saing pendidikan tinggi Indonesia di kancah global melalui micro-credential yang inklusif, kredibel, dan selaras dengan perkembangan industri.