ICE Institute melakukan audiensi dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Togar Mangihut Simatupang, dalam rangka memperkuat kontribusi ICE Institute terhadap agenda transformasi pendidikan tinggi nasional. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Ditjen Dikti, Ditjen Risbang, Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi, serta Direktorat Bina Talenta dan Direktorat Belmawa.
Dalam audiensi tersebut, ICE Institute menyampaikan laporan perkembangan dan capaian institusi selama empat tahun terakhir, termasuk penguatan platform pembelajaran daring lintas perguruan tinggi di Indonesia. ICE Institute menegaskan komitmennya untuk mendukung program strategis Ditjen Dikti, khususnya peningkatan kapasitas dan keterampilan 10.000 dosen melalui pembelajaran berbasis daring.
ICE Institute juga memaparkan pengembangan sejumlah inisiatif strategis, di antaranya pembangunan portal National Credit Bank sebagai sistem pencatatan kredit akademik nasional. Sistem ini diharapkan dapat memperkuat mobilitas mahasiswa lintas perguruan tinggi serta mendukung fleksibilitas pembelajaran di pendidikan tinggi Indonesia.
Selain itu, ICE Institute mengembangkan program Pre-University sebagai upaya memperkuat kesiapan calon mahasiswa sebelum memasuki perguruan tinggi, dengan pendekatan pembelajaran berbasis digital dan penguatan kompetensi dasar akademik.
Dalam kesempatan tersebut, juga dibahas dukungan terhadap program Just Transition yang didukung oleh Asian Development Bank (ADB), khususnya dalam pengembangan pembelajaran berbasis riset dan keberlanjutan. ICE Institute turut menyampaikan rencana penyusunan policy brief terkait implementasi microcredential untuk mendukung kebijakan pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
Dari sisi kebijakan, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek juga menyampaikan perhatian terhadap pengembangan mekanisme apresiasi bagi dosen pengampu mata kuliah di platform ICE Institute, sebagai bentuk penguatan peran pendidik dalam ekosistem pendidikan digital nasional.
Selain itu, Kemdiktisaintek menyatakan dukungan terhadap keterlibatan aktif ICE Institute dalam forum ASEAN-China Digital Education Alliance sebagai bagian dari penguatan jejaring pendidikan tinggi internasional.
ICE Institute juga menegaskan posisinya sebagai platform pembelajaran daring nasional yang terus berkembang dan bertransformasi menjadi bagian dari ekosistem pendidikan digital global. Sejak inisiasi awal pada tahun 2017 oleh Kemenristekdikti dan penugasan pengelolaan kepada Universitas Terbuka pada tahun 2019, ICE Institute terus memperluas perannya dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi Indonesia.
Audiensi ini menegaskan komitmen bersama antara ICE Institute dan Kemdiktisaintek dalam mempercepat transformasi pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital.