Skip to main content

Menjadi Pemimpin Digital dalam Tata Kelola Inventaris Laboratorium


DITDAYAx

Free

Enrollment is Closed

Tentang Kursus

Dalam dunia pendidikan tinggi yang serba cepat, efisiensi pengelolaan laboratorium menjadi kunci penunjang riset dan pembelajaran. Kursus "Menjadi Pemimpin Digital dalam Tata Kelola Inventaris Laboratorium" adalah sebuah program pelatihan komprehensif yang membekali tenaga kependidikan dengan keterampilan teknis dan pola pikir kepemimpinan untuk mentransformasi sistem inventaris manual menjadi sistem digital yang otomatis dan andal.

Dengan pendekatan praktis, peserta akan belajar membangun gerbang input data menggunakan Google Forms, mengolahnya secara cerdas di Google Sheets, mengotomatiskannya dengan Google Apps Script (untuk laporan, notifikasi email, dan penjadwalan kalender), hingga menyempurnakannya menjadi aplikasi monitoring interaktif di AppSheet yang siap digunakan oleh seluruh civitas akademika. Di akhir kursus, setiap peserta tidak hanya akan memiliki sebuah prototipe aplikasi yang fungsional, tetapi juga kompetensi untuk memimpin inisiatif digitalisasi di unit kerja masing-masing.

Judul Modul

:

Menjadi Pemimpin Digital dalam Tata Kelola Inventaris Laboratorium

Durasi

:

18 Jam ( 6 Babak )

Tipe 

:

Asinkron (Asynchronous)

Penyusun

:

- Djoko Imam Pamungkas, S.Kom

- Afifah Nurul Falih, S.Biotek

Email

:

[email protected]
[email protected] 

Modul

:

MOOCs Asinkron https://icei.ac.id

Kegunaan Modul

:

Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kependidikan di Seluruh Indonesia sebagai pelaksana sekaligus pemimpin perubahan dalam pengelolaan inventaris laboratorium berbasis digital.

Capaian Pembelajaran Modul

:

Peserta mampu:

Menjelaskan urgensi transformasi digital dengan menganalisis alur kerja manual dan mengidentifikasi prinsip-prinsip fundamental manajemen inventaris laboratorium.

Merancang arsitektur sistem inventaris digital yang terintegrasi, meliputi alur kerja proses bisnis, struktur database di Google Sheets, dan desain antarmuka pengguna (UI/UX) pada AppSheet.

Mengimplementasikan sistem pengumpulan dan pengelolaan data inti dengan membangun formulir di Google Forms, mengoptimalkan Google Sheets, dan menghubungkannya ke AppSheet.

Mengkombinasikan berbagai layanan Google Workspace (Docs, Gmail, Calendar) menggunakan Google Apps Script untuk menciptakan alur kerja inventaris yang otomatis.

Memvalidasi fungsionalitas aplikasi monitoring dengan membangun fitur interaktif, mengelola hak akses pengguna, dan menguji prototipe secara sistematis di AppSheet.

Menciptakan sebuah rencana aksi kepemimpinan digital yang komprehensif, mencakup hasil evaluasi sistem, strategi manajemen perubahan, dan langkah implementasi di lingkungan kerja masing-masing. 

Bahasa Pengantar

:

Bahasa Indonesia

 

Informasi Penilaian

Proses penilaian dalam modul ini dirancang untuk memantau pemahaman peserta secara bertahap sekaligus mengukur penguasaan akhir setelah seluruh babak diselesaikan. Secara garis besar, penilaian terdiri dari dua komponen:

1. Kuis Babak 1–5
Setelah menyelesaikan setiap babak dari babak kesatu hingga babak kelima, peserta akan mengikuti kuis singkat dalam bentuk pilihan ganda. Kuis ini berfungsi sebagai umpan balik cepat untuk mengukur sejauh mana peserta memahami konsep kunci pada babak tersebut, sekaligus membantu peserta mengenali bagian mana yang perlu dipelajari kembali sebelum melanjutkan ke babak berikutnya.

2. Tes Sumatif Akhir Modul
Di akhir modul, peserta akan mengerjakan tes sumatif yang terdiri dari 25 soal pilihan ganda yang mencakup materi dari babak kesatu sampai babak keenam. Tes ini digunakan untuk menilai penguasaan peserta secara menyeluruh terhadap isi modul. Peserta diberikan maksimum dua kali percobaan, dan nilai terbaik akan digunakan sebagai hasil akhir tes sumatif.

Batas minimal kelulusan pada nilai 75 diperoleh dari 40% nilai seluruh kuis babak, dan 60% nilai tes sumatif akhir. Peserta yang memperoleh nilai di bawah 75 dianjurkan untuk meninjau kembali materi, mengulang latihan, dan berdiskusi dengan fasilitator sebelum mencoba kembali (jika kesempatan masih tersedia).


Prasyarat Kemampuan

Modul ini dirancang untuk tenaga kependidikan, PLP, dan pengelola laboratorium yang ingin mulai menerapkan sistem inventaris digital tanpa harus menjadi ahli pemrograman terlebih dahulu. Oleh karena itu, tidak diperlukan kemampuan koding tingkat lanjut, karena sebagian besar langkah sudah disiapkan dalam bentuk template (Google Sheets, AppSheet, dan Apps Script) yang dapat langsung digunakan dan dimodifikasi sederhana. Agar proses belajar berjalan nyaman, peserta diharapkan sudah memiliki:

Keterampilan TIK Dasar

  • Terbiasa menggunakan komputer/laptop untuk pekerjaan harian.
  • Mampu mengelola folder dan file di Google Drive atau penyimpanan lain.
     

Pemahaman dasar Google Workspace

  • Pernah menggunakan Google Docs dan Google Sheets untuk menulis dan mengolah data sederhana
  • Mampu membuka, mengedit, dan menyimpan dokumen di Google Drive.
  • Mampu mengakses Gmail dan mengikuti tautan yang dikirimkan melalui email.
     

Logika kerja dengan tabel / data

  • Memahami konsep baris–kolom pada spreadsheet.
  • Pernah menggunakan rumus sederhana seperti =SUM() atau =AVERAGE() (lebih disukai, tetapi tidak wajib).
  • Mampu mengakses Gmail dan mengikuti tautan yang dikirimkan melalui email.
     

Kesiapan belajar dan bereksperimen

  • Bersedia mencoba alur baru dalam pengelolaan inventaris.
  • Bersedia mengikuti langkah-langkah praktis yang sudah disusun dalam template, dan melakukan penyesuaian kecil sesuai kebutuhan laboratorium..
  •  

Informasi Pengembang

Djoko Imam Pamungkas
[email protected]

Saat ini mendedikasikan keahliannya sebagai Pranata Laboratorium Pendidikan di Laboratorium Riset Program Studi Sistem Informasi, Universitas Ahmad Dahlan. Berbekal empat tahun pengalaman di industri IT—khususnya dalam task automation—kini ia tengah mendalami riset di bidang Artificial Intelligence (AI). Tidak hanya berkutik di belakang layar, Djoko juga memiliki passion besar dalam berbagi ilmu. Selama empat tahun terakhir, ia aktif mengajar, menjadi fasilitator pelatihan sejak 2022, sertarutin mengisi sesi instruktur terkait pengembangan teknologi informasi." 

 

Afifah Nurul
[email protected]

Afifah Nurul adalah Pranata Laboratorium Pendidikan Biologi di Universitas Ahmad Dahlan yang berfokus pada bidang mikrobiologi. Ia bertanggung jawab mendukung pelaksanaan praktikum dan penelitian di Laboratorium Mikrobiologi, mulai dari pendampingan mahasiswa, penyiapan alat dan bahan, hingga bantuan teknis bagi dosen dan peneliti. Selain itu, Afifah mengelola inventaris laboratorium dengan memastikan ketersediaan, pencatatan, serta pemeliharaan alat dan bahan agar sesuai standar keselamatan dan selalu siap digunakan. Dalam bidang riset, ia aktif mengeksplorasi potensi mikroorganisme dari lingkungan maupun produk olahan pangan, mencakup isolasi, karakterisasi, dan pemanfaatannya. Dengan pengalaman teknis dan komitmen pada pengembangan laboratorium, Afifah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan

  1. Course Number

    ditdaya-kt-35
  2. Enrollment Start

  3. Enrollment End

    Jan 30, 2026
  4. Class Start

  5. Class End

    Dec 31, 2026
  6. Estimated Effort

    18 hours for 6 weeks
  7. Language

    Indonesian
  8. Course Type

    Self Paced
  9. Quota

    None
  10. Price

    Free
  11. Level

    Advanced
  12. Kompetensi Tendik
Courses from Same University
Recommended Courses
© 2024 ICE Institute. All rights reserved.