Rasionalisasi:
Keberhasilan operasi penangkapan ikan sangat bergantung pada kemampuan untuk secara akurat mengidentifikasi lokasi Daerah Penangkapan Ikan (DPI). Mengabaikan faktor penentu DPI tidak hanya menyebabkan inefisiensi operasional (bahan bakar, waktu) tetapi juga berpotensi menimbulkan tekanan berlebih pada stok ikan tertentu. Mata kuliah ini dirancang untuk menjembatani ilmu teoritis oseanografi, biologi perikanan, dan teknologi alat tangkap ke dalam aplikasi praktis di lapangan. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi penginderaan jauh satelit dan analisis spasial, mahasiswa akan dibekali kemampuan untuk membuat keputusan berbasis data, mendukung praktik perikanan yang produktif dan berkelanjutan.
Tujuan Pembelajaran Umum:
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa mampu menganalisis, memetakan, dan memprediksi Daerah Penangkapan Ikan (DPI) dengan mengintegrasikan parameter biologi, teknis, dan oseanografi untuk mendukung operasi penangkapan yang efektif serta pengelolaan sumber daya ikan yang bertanggung jawab.
Hasil Pembelajaran (Learning Outcomes):
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu:
1. Menganalisis konsep dasar DPI dan faktor-faktor yang mempengaruhinya dari aspek ekologi dan teknis.
2. Mengidentifikasi karakteristik DPI untuk beberapa jenis ikan ekonomis penting (pelagis besar, pelagis kecil, demersal).
3. Mengevaluasi kesesuaian dan sebaran DPI berdasarkan prinsip kerja berbagai alat tangkap utama.
4. Menginterpretasikan pengaruh parameter oseanografi fisik dan biologi (seperti Suhu Permukaan Laut/SPL, klorofil-a, arus, dan upwelling) terhadap agregasi ikan.
5. Mengaplikasikan teknik overlay dan analisis spasial sederhana untuk memetakan potensi DPI menggunakan data satelit dan data tangkapan.
Target Peserta:
1. Mahasiswa S1/S2 Program Studi Perikanan Tangkap, Ilmu Kelautan, atau Oseanografi.
2. Praktisi perikanan (skipper kapal, manajer operasi, staf Dinas Perikanan) yang ingin meningkatkan keahlian.
3. Peneliti muda yang berkecimpung dalam bidang oseanografi perikanan terapan.
Format Kursus:
Durasi: 6 Minggu (Total beban belajar setara 3 SKS, sekitar 9-12 jam per minggu)
Platform: Disediakan sepenuhnya secara online melalui LMS ICEI
Mode Penyampaian: Kombinasi materi mandiri (video, bacaan, presentasi), sesi diskusi daring, dan penugasan terstruktur.
Interaktivitas: Setiap modul dilengkapi dengan kuis, studi kasus, dan forum diskusi dengan pengajar.
Penilaian (Assessment): Kuis per modul, tugas analisis studi kasus, proyek akhir pemetaan DPI, dan ujian akhir komprehensif.
Umpan Balik: Umpan balik dari pengajar untuk setiap tugas dan proyek, serta sesi tanya jawab interaktif.
Kelulusan & Sertifikat: Peserta yang memenuhi syarat kelulusan (nilai akhir ≥ 70) akan mendapatkan Sertifikat Penyelesaian (Certificate of Completion) dari institusi.
Prasyarat: Pemahaman dasar Biologi Perikanan, Oseanografi, dan Teknologi Penangkapan Ikan sangat disarankan. Tidak ada prasyarat formal.
Tingkat Kesulitan: Tingkat Menengah (Intermediate)
Tenaga Pengajar: Dijalankan oleh Profesor dan Dosen bidang Perikanan Tangkap, dengan dukungan asisten pengajar.
Staff Pengajar
Hendrik Anggi Setyawan, M.Si.
Bidang Keahlian: Daerah Penangkapan Ikan Menggunakan Inderaja
Prof. Dr. Aristi Dian Purnama Fitri
Bidang Keahlian: Tingkah Laku Ikan
Kukuh Eko Prihantoko, M.Si.
Bidang Keahlian: Teknologi Penangkapan Ikan
Desca Estiyani Dewi, M.Pi.
Bidang Keahlian: Daerah Penangkapan Ikan Bioekologi